Postingan

Inspirasi dari Kamar Mandi

Gambar
  Hari ini penuh dengan hujan dan hawa dingin, saya pun sempat kehujanan dua kali di hari ini. Pertama itu ketika berangkat kerja dan yang kedua itu ketika pulangnya. Ketika saya hendak keluar rumah untuk berangkat itu hujan agak reda, tapi di tengah perjalanan justru malah deras. Tidak bisa ditebak memang, selayaknya kehidupan. Entah kita akan bermuara kemana nantinya dan dengan siapa kita akan menikmati hari-hari senja. Oh ya, teman-teman percaya tidak soal inspirasi atau ide itu bisa datang darimana saja? Kalau saya sih percaya. Saya kerap menemukannya. Saya kerap mendapatkan inspirasi di waktu dan tempat yang tidak terduga sama sekali. Bahkan, saya kerap mendapatkan inspirasi ketika saya sedang berada di kamar mandi. Ya, ketika saya sedang di kamar mandi. Terdengar agak aneh ya, mengingat kamar mandi kan tempat untuk membersihkan diri. Tapi memang begitu adanya. Bahkan ada kok tulisan di blog ini yang juga bisa tercipta karena ide itu muncul secara tiba-tiba ket...

Pertama Kali Makan Mie Gacoan

Gambar
  Barangkali saya ini bisa disebut dengan seorang introvert akut. Saya memiliki kecenderungan untuk tidak suka terhadap keramaian. Bahkan untuk sekadar memilih tempat makan sekalipun. Jadi, pada malam minggu kemarin untuk pertama kalinya saya ke mie gacoan. Sudah sejak lama saya tahu akan viralnya mie gacoan. Ketika saya scroll Instagram pasti muncul di beranda pencarian. Beberapa orang di sekitar saya juga kerap membicarakannya. Saya juga beberapa kali melewati salah satu cabang mie gacoan yang ada di dekat rumah saya. Rame banget, hampir setiap hari antriannya selalu membludak. Saya sebagai orang yang tidak suka keramaian merasa tidak penasaran sama sekali. Melihat dari luar saja sudah bikin pusing sendiri. Terkait antrinya dan semacamnya. Akan tetapi di Sabtu siang kemarin, Lia mengajak saya untuk makan mie gacoan di malam Minggunya. “Ayo nanti malem ke mie gacoan, mau gak?” Tanya Lia kepada saya. Biasanya Lia memang tidak pernah inisiatif duluan terkait perg...

Menulis di Ponsel

Gambar
Bisa karena terbiasa. Sekarang ini saya sedang mencoba untuk membiasakan menulis setiap hari. Tidak langsung semua jadi postingan blog. Tapi setidaknya saya tidak melewatkan satu hari tanpa menulis. Saya pernah menonton sebuah vlognya Pandji Pragiwaksono. Disitu dia bercerita bahwa kebiasaan menulis yang ia lakukan setiap hari itu, ditularkan oleh Raditya Dika. Pandji berkata, Radit selalu menulis setiap hari. Dimanapun dan kapanpun. Radit selalu menulis materi stand up di rumah, di kantor, atau bahkan di bandara sekalipun. “Kalau Radit terlihat sedang fokus dengan hapenya, itu dia lagi nulis.” Ucap Pandji dalam vlognya. Radit juga berkata bahwa ia selalu membiasakan diri menulis minimal satu halaman dalam sehari. Radit tidak menyarankan Pandji untuk mengikutinya. Coba saja biasakan minimal satu paragraf terlebih dahulu. Jika sudah biasa, tambah lagi. Menarik memang melihat kebiasaan dari public figure yang seperti itu. Jadi wajar saja jika hidupnya mungkin saat ini dipenuhi dengan ken...

Memberi Ruang

Gambar
  Postingan ini ditulis di hari pertama saya menjalankan ibadah puasa, ketika jam istirahat kerja yang tentu saja tidak bisa saya isi dengan makan siang. Daripada bingung ingin melakukan apa, mari kita mengisi kekosongan blog ini. Salah satu hal yang menarik ketika menggunakan jasa transportasi commuterline atau transportasi umum lainnya adalah tentu kepadatan penumpangnya. Ketika saya hendak pulang dari Taman Suropati, saya dan Lia naik dari Stasiun Cikini. Peron penuh seketika dan saat kereta datang semua orang berebut masuk ke dalam. Penuh dan sesak. Tentu banyak orang yang tidak kebagian kursi, termasuk saya dan Lia. Saya sih tidak masalah, cuma sedikit khawatir saja dengan Lia. Lia mengeluhkan sakit di bagian kakinya sejak awal berangkat tadi. Karena memang, jarak antara stasiun dengan taman tidaklah dekat. “Gapapa kok.” Jawabnya singkat sembari tersenyum. Wajah-wajah lelah tergambar jelas pada penumpang-penumpang commuterline sore itu. Entah mereka darimana. Bar...