Menyiapkan Souvenir
Di malam yang tenang ini, saya tengah asik menyiapkan souvenir di rumah Amalia. Ya, kalian tidak salah membaca kok, saya dan Amalia sedang menyiapkan souvenir. Bukan, kami bukan sedang membantu saudara yang hendak menikah, bukan pula memiliki usaha souvenir dan hendak mengirimkannya ke pembeli. Sejujurnya, souvenir yang kami siapkan itu adalah milik kami. Ya, pada akhirnya saya dan Amalia memutuskan untuk membawa hubungan ini ke jenjang yang lebih serius, yaitu pernikahan. Di bulan April kemarin, saya juga telah membawa kedua orang tua dan sanak saudara saya untuk pergi ke rumah Amalia dan melamarnya. Pada saat itu banyak sekali yang ingin saya ceritakan dan tuliskan di sini, hanya saja saya bingung mulai darimana. Saya mungkin sedikit banyak telah bercerita tentang saya dan Amalia di blog ini, tapi ya begitulah, memang tidaklah mudah menjalin dan mempertahankan sebuah hubungan. Hingga pada akhirnya kami sepakat, kami saling membutuhkan, dan memantapkan hati bahwa ingin selalu bersama ...